Resensi film "Kembang Api"

 Kembang Api



Identitas

Sutradara : Herwin Novianto
Produser : Frederica
Penulis : Alim Sudio
Pemeran : Marsha Timothy sebagai Sukma
                 Ringgo Agus Rahman sebagai Raga
                 Doni Damara sebagai Fahmi
                 Hanggini sebagai Anggun
Perusahaan Produksi : Falcon Pictures
Tanggal Rilis : 2 Maret 2023
Durasi : 104 menit

Pendahuluan

Pencipta film ini mampu menampilkan film yang dapat memotivasi para penontonnya. Film ini bercerita tentang percobaan bunuh diri yang selalu gagal. Maksutnya ialah, mereka diberi kesempatan kedua untuk memikirkan kembali secara matang keputusan mereka. Film ini juga mengajarkan para penontonnya bahwa seberat apa pun masalah yang kita hadapi, bunuh diri bukanlah cara yang ampuh untuk keluar dari semua masalah yang kita hadapi.

Sinopsis

Film ini mengisah kan sebuah grup bernama "Grup Kembang Api" yang berisi 4 orang dengan nama samaran Langit Mendung, Tengkorak Putih, Anggrek Hitam, dan Anggun. Mereka ber-4 berjanji untuk melakukan bunuh diri dengan kembang api besar ciptaan pak Langit Mendung di gudang miliknya. Orang pertama yang sampai ialah seorang pria yang ternyata Anggrek Hitam. Pak Langit Mendung pun mempersilahkan ia duduk, dan mereka menunggu yang lain nya. Beberapa menit kemudian datang lah seorang wanita yang ternyata ia adalah Tengkorak Putih. Awalnya mereka berdua ragu dengan hal itu, tetapi pak Langit Mendung meyakinkan mereka. Setelah menunggu lewat dari 15 menit janji mereka, datang lah seorang anak perempuan yang ternyata masih SMA, Anggun. Mereka bertiga kaget melihat Anggun yang masih SMA berniat untuk bunuh diri. Mereka pun menasihati Anggun, tetapi Anggun membantah mereka semua. Akhirnya mereka semua duduk di keliling sebuah bola besar bertulis "Urip Iku Urup" yang artinya "Hidup itu Nyala". Ternyata itu merupakan kembang api yang dimaksud. Setelah semuanya bersiap, pak Langit Mendung pun menekan tombolnya dan kembang api itu meledak. Tetapi bukannya malah meninggal, Pak Langit Mendung malah kembali ke gudang tersebut dan mengulang kejadian tadi. Lalu datang lah pak Anggrek Hitam. Pak Langit Mendung mengatakan bahwa kejadiannya seperti terulang kembali atau Dejavu. Tetapi pak Anggrek Hitam tidak mengerti dengan apa yang dikatakan pak Langit Mendung. Akhirnya kejadian ini berulang persis seperti tadi. Setelah semuanya hadir, mereka akan menekan tombolnya. Tetapi, yang menekan tombolnya kali ini ialah pak Anggrek Hitam. Setelah itu, kejadiannya akhirnya terulang lagi. Tetapi kali ini pak Anggrek Hitam menyadari apa yang dialami oleh pak Langit Mendung. Mereka menjelaskan nya kepada bu Tengkorak Putih tetapi ia juga tidak mengerti apa yang dibicarakan mereka. Sampai kejadian ini terulang kembali dan kali ini bu Tengkorak Putih yang menekan tombol tersebut. Akhirnya kejadian ini terulang lagi, dan mereka bertiga telah menyadarinya. Akhirnya mereka mencari tahu apa penyebabnya. Pak Langit Mendung mengatakan bahwa itu semua karena mereka membiarkan seorang anak SMA untuk bunuh diri. Akhirnya, sebelum Anggun datang mereka meledakkan kembang api tersebut tetapi mereka tak kunjung meninggal, mereka tetap balik ke tempat yang sama. Bu Tengkorak Putih sangat kesal dengan hal ini, mereka pun mencari jalan keluarnya. Mereka berpikir bahwa itu semua karena Anggun masih menjadi bagian dari grup mereka. Sambil mencari ide, mereka sambil memberi tahu nama asli dan alasan mereka untuk bunuh diri. Langit Mendung dengan nama asli pak Fahmi, ia mencoba bunuh diri karena dipecat dari pekerjaannya dan terlilit utang sebesar 1,3 miliar. Anggrek Hitam dengan nama asli pak Raga, ia mencoba bunuh diri karena trauma dan takut dengan pekerjaannya sebagai dokter. Dan Tengkorak Putih dengan nama asli bu Sukma, ia mencoba bunuh diri karena merasa bersalah dengan anak nya yang meninggal akibat kecelakaan. Tiba tiba Anggun datang dan masuk, mereka semua menyuruh Anggun untuk memberi tau alasannya karena mereka semua sudah saling mengetahui masalah mereka. Bukannya malah memberi tau, Anggun malah mencoba untuk menekan tombolnya. Tetapi saat ia menekannya, yang lain langsung menghalangi Anggun yang menyebabkan tas Anggun jatuh. Saat tas nya jatuh, Raga melihat poster-poster yang berisi ejekan pada Anggun dan melihat panggilan tak terjawab dengan nomor tidak diketahui. Ternyata Anggun ialah korban perundungan. Akhirnya tombol tersebut berakhir ditekan oleh Anggun. Dan terulang lagi kejadian seperti awal. Pak Fahmi, Raga, dan Bu Sukma mencari cara agar Anggun tidak jadi bunuh diri. Akhirnya pak Raga mengatakan bahwa ia ingat nomor yang menghubungi Anggun sebanyak 17 kali. Mereka mencoba menelepon nomor itu, tetapi tidak dijawab. Akhirnya setelah Anggun datang, Anggun sadar bahwa kejadiannya terulang seperti awal, tetapi ia tetap bersikeras untuk bunuh diri. Pak Fahmi, Raga, dan Bu Sukma mencoba untuk menasihatinya sekali lagi, tetapi ia tetap membantahnya. Sempat terjadi perdebatan singkat antara mereka ber-4 sampai dimana ada bunyi telepon dari handphone milik pak Raga. Ternyata itu adalah nomor yang tadi menelepon Anggun sebanyak 17 kali. Ia memberi handphone nya pada Anggun tetapi Anggun malah mematikan telepon nya. Lalu ia kembali menekan tombol tersebut. Akhirnya kejadian tersebut terulang lagi. Pak Fahmi, Raga, dan Bu Sukma telah lelah dengan hal itu. Mereka berpikir kembali dan akhirnya mereka sadar bahwa mereka kembali mengalami hal yang sama terus menerus karena tulisan pada kembang api tersebut "Urip Iku Urup". Akhirnya mereka ber-3 membatalkan niat mereka untuk bunuh diri. Pada saat Anggun datang akhirnya mereka mengizinkan Anggun untuk menekan tombol tersebut dengan syarat ia akan menekannya setelah yang lainnya keluar dari ruangan itu. Mendengar hal itu Anggun takut dan akhirnya membatalkan niat nya untuk bunuh diri. Akhirnya, mereka semua hidup bahagia. Pak Fahmi dan Raga telah merintis usaha baru, Bu Sukma dan suaminya hidup bahagia dan diberkati seorang anak laki laki, dan Anggun menjadi guru di sebuah TK.

Kelebihan

Film ini memiliki alur yang tidak membosankan walaupun kejadiannya terulang ulang. Pesan moral dari film ini juga sangat
memotivasi penontonnya.

Kekurangan

Menurut saya film ini sangat lah bagus, namun alurnya gampang untuk ditebak penonton.


 

Komentar

Postingan Populer